Bank NTT Salurkan KUR kepada Jemaat GKS di Sidang Sinode ke-44, Perkuat Akses Modal UMKM Sumba
![]() |
| Direktur Bank NTT menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga jemaat GKS Sumba. |
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, didampingi Komisaris Independen Prof. Frans Gana, menghadiri langsung pembukaan Sidang Sinode GKS ke-44 yang juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, para kepala daerah se-Daratan Sumba, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang, anggota DPRD, serta Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty. Ribuan peserta yang terdiri atas pendeta, utusan jemaat, dan perwakilan klasis dari seluruh Daratan Sumba mengikuti sidang empat tahunan tersebut.
Di hadapan peserta sidang, Charlie Paulus menegaskan kehadiran Bank NTT dalam forum tersebut bukan sekadar memenuhi undangan sebagai mitra Sinode GKS, tetapi merupakan bagian dari komitmen bank pembangunan daerah itu dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha produktif.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan KUR kepada sejumlah pelaku UMKM dari Jemaat GKS Kambajawa, GKS Tanggamadita, GKS Tanalingu, GKS Benda, dan GKS Kawalung. Penyaluran pembiayaan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati antara Bank NTT dan Sinode GKS guna memperluas akses permodalan bagi warga jemaat yang menjalankan usaha produktif.
Bagi Bank NTT, KUR bukan hanya produk pembiayaan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program yang disubsidi pemerintah tersebut menyasar pelaku UMKM yang layak dan produktif, namun belum memiliki agunan yang memadai untuk mengakses kredit komersial. Dengan bunga yang lebih ringan dan skema pembayaran yang fleksibel, KUR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing UMKM lokal.
Penyaluran KUR dinilai sangat relevan bagi wilayah Sumba yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan. Banyak pelaku usaha di sektor perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan hingga industri rumah tangga memiliki potensi berkembang, namun terkendala modal kerja maupun investasi.
Melalui fasilitas pembiayaan tersebut, Bank NTT berupaya membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Langkah Bank NTT juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank NTT, dan Sinode GKS diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan hingga ke tingkat jemaat.
Kemitraan dengan Sinode GKS juga menunjukkan bahwa lembaga keagamaan tidak hanya berperan dalam pembangunan spiritual, tetapi dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi umat. Melalui jaringan jemaat yang tersebar di berbagai wilayah, edukasi literasi keuangan, pendampingan usaha, hingga akses terhadap pembiayaan diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT menegaskan akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi lokal melalui layanan keuangan yang inklusif dan berpihak pada sektor produktif. Penyaluran KUR kepada warga jemaat GKS menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Dengan mengusung semangat "Mangun Nda Nyuta Ya", Bank NTT menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Bank tersebut meyakini bahwa ketika UMKM berkembang, lapangan kerja akan semakin terbuka, pendapatan masyarakat meningkat, dan perekonomian daerah akan tumbuh semakin kuat.
Editor: Ocep Purek
