News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Epy Tahun Aklamasi Pimpin Golkar TTS, Target: Rebut Palu DPRD 2029

Epy Tahun Aklamasi Pimpin Golkar TTS, Target: Rebut Palu DPRD 2029

Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Foto: Tim
SOE,NTTPride.com - Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akhirnya menetapkan Egusem Pieter Tahun sebagai Ketua DPD II Partai Golkar TTS periode 2025–2030. Penetapan itu dilakukan secara aklamasi setelah pelaksanaan Musda yang sempat tertunda akibat dinamika internal partai.

Sidang Musda berlangsung di Aula Gereja Petra, Soe, Kamis, 30 Juli 2026, dan dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar NTT Alain Niti Susanto, Sekretaris Welhemintje S. Libby Sinlaeloe, Bendahara Restu Herdani Baptista Dupe, Staf Ahli Bupati TTS Bidang Kesejahteraan Rakyat Johanis Benu yang mewakili Bupati TTS, serta unsur Kesbangpol, KPU, Bawaslu, dan pimpinan sejumlah partai politik.

Penetapan Epy Tahun sapaan akrab mantan Bupati TTS periode 2019-2024 menjadi penutup dari proses Musda yang sebelumnya berjalan alot. Setelah melalui pembahasan sesuai mekanisme organisasi, seluruh peserta akhirnya menyepakati Epy sebagai calon tunggal dan menetapkannya memimpin Partai Golkar TTS untuk lima tahun ke depan.

Sehari setelah terpilih, Epy langsung mematok target politik yang cukup ambisius. Ia mengatakan fokus awal kepengurusannya adalah membenahi struktur organisasi hingga tingkat desa sebelum menghadapi agenda Pemilu 2029.

"Dalam dua minggu ke depan kami akan melakukan pembenahan struktur partai. Ada pengurus yang sudah meninggal, ada yang pindah ke partai lain, kemudian kami juga akan menata kembali kepengurusan di tingkat kecamatan yang tidak aktif serta membentuk kepengurusan hingga tingkat desa," kata Epy kepada wartawan, Jumat, 31 Juli 2026.

Selain konsolidasi internal, Epy memasang target elektoral. Ia menegaskan Golkar TTS akan berupaya mempertahankan dua kursi DPR RI yang saat ini dimiliki, menambah kursi DPRD Provinsi NTT menjadi dua, sekaligus merebut kursi Ketua DPRD TTS pada Pemilu Legislatif 2029.

"Kami akan bekerja keras mempertahankan dua kursi DPR RI. Untuk DPRD Provinsi kami menargetkan dua kursi, sedangkan di DPRD TTS kami akan berjuang merebut palu pimpinan DPRD," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai peluang kembali maju dalam Pemilihan Bupati TTS 2029, Epy tidak menutup kemungkinan.

"Saya akan melihat perkembangan ke depan, tetapi saat ini sudah 51 persen saya akan maju bertarung lagi," katanya.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT Alain Niti Susanto mengatakan Musda TTS merupakan Musda ke-18 yang digelar Partai Golkar di Nusa Tenggara Timur. Setelah seluruh Musda rampung, kata dia, DPD I akan melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan di seluruh kabupaten/kota.

"Setelah seluruh Musda selesai, tentu akan dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan agar organisasi semakin solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan," ujar Alain.

Ia menegaskan Partai Golkar tetap mendukung program pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, namun dukungan tersebut harus dilakukan secara kritis, objektif, dan profesional.

"Golkar akan tetap mendukung pemerintah. Namun dukungan itu harus dilakukan secara kritis, objektif, dan profesional demi kepentingan masyarakat," katanya.

Alain juga meminta kepengurusan baru memperkuat konsolidasi organisasi, mempercepat kaderisasi, serta menjaga soliditas partai hingga ke tingkat akar rumput.

Sementara itu, dalam laporan panitia, Pelaksana Tugas Ketua DPD II Partai Golkar TTS Vinsen Bureni mengatakan konsolidasi yang dilakukan menjelang Musda menemukan sejumlah persoalan yang masih banyak dikeluhkan masyarakat, antara lain kondisi infrastruktur, ketersediaan air bersih, dan sektor pendidikan.

"Kami berharap kepengurusan baru mampu membangun kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten TTS untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat," ujar Vinsen.

Mewakili Bupati TTS, Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Johanis Benu mengatakan Musda bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis untuk mendukung pembangunan daerah.

Menurut dia, pemerintah daerah membutuhkan sinergi dengan seluruh kekuatan politik, termasuk Partai Golkar, dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

"Pemda tidak bisa berjalan sendiri. Kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh kekuatan politik, termasuk Partai Golkar, untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat," kata Johanis.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama