Gubernur NTT Apresiasi Pemerintah Pusat, 1.500 Rumah Disiapkan untuk Korban Gempa Flores
Nagekeo, Nttpride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi dukungan pemerintah pusat bagi warga terdampak gempa di Pulau Flores. Pemerintah menyiapkan bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah untuk warga di tiga kabupaten yang mengalami dampak paling berat.
Melki menyampaikan apresiasi tersebut saat meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores, Sabtu, 22 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan mulai dari Labuan Bajo hingga Maumere.
Menurut Melki, dukungan tersebut merupakan hasil rapat yang digelar pada 20 Agustus 2026 bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta pemerintah daerah.
Dalam rapat itu, pemerintah pusat menyatakan komitmen memberikan bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 1.000 rumah yang akan dialokasikan kepada tiga kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
"Saya mewakili tiga bupati, sebagai gubernur, mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah memberikan dukungan perumahan kepada kami," kata Melki.
Selain bantuan pemerintah, penanganan kebutuhan hunian warga terdampak gempa juga mendapat dukungan dari pihak swasta dan lembaga sosial.
Melki mengatakan Yayasan Buddha Suci berkomitmen membangun 500 unit rumah baru untuk warga di tiga kabupaten tersebut. Yayasan itu sebelumnya juga terlibat dalam pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
"Yayasan Buddha Suci juga sudah maju untuk pembangunan 500 unit baru," ujar Melki.
Dukungan lain datang secara pribadi dari Marwan Sirait berupa bantuan senilai Rp5 miliar. Dana tersebut akan diberikan untuk membantu pemerintah daerah membangun rumah tambahan di luar program 1.000 rumah yang mendapat dukungan pemerintah.
Melki berharap berbagai dukungan tersebut dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga Flores yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat gempa.
"Semoga ini bisa membantu keluarga kita yang membutuhkan ataupun bisa segera memperoleh rumah yang layak untuk ditinggali dalam waktu yang lama," katanya.
Ia mengatakan pembangunan dan perbaikan rumah menjadi salah satu kebutuhan mendesak setelah gempa. Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan untuk membangun rumah baru, tetapi juga memperbaiki rumah warga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Dalam rapat 20 Agustus tersebut, Melki hadir bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT dan tiga kepala daerah yang wilayahnya terdampak, yakni Bupati Manggarai Heri Nabit, Bupati Manggarai Timur Andre Agas, dan Bupati Nagekeo Sibrio.
Melki menyebut koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah penting agar bantuan perumahan tidak berhenti pada komitmen, tetapi segera diterjemahkan menjadi pembangunan rumah bagi masyarakat.
"Terima kasih juga karena sudah dihadirkan dalam rapat oleh Pak Mendagri dan Pak Menteri ATR/BPN," ujar Melki.
Dengan adanya komitmen bantuan 1.000 rumah dari pemerintah, pembangunan 500 rumah oleh Yayasan Buddha Suci, serta dukungan Rp5 miliar dari Marwan Sirait, pemerintah daerah berharap pemulihan hunian warga terdampak gempa di Flores dapat berlangsung lebih cepat.
Tiga kabupaten yang menjadi sasaran utama bantuan tersebut adalah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Editor: Ocep Purek
