News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bank NTT–Pemkab Sumba Barat Daya Terapkan SP2D Online, Percepat Penyerapan Anggaran Daerah

Bank NTT–Pemkab Sumba Barat Daya Terapkan SP2D Online, Percepat Penyerapan Anggaran Daerah

 

Kupang,nttpride.com - Upaya mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah mulai diterapkan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama Bank NTT resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama sekaligus melakukan test of operation Sistem Pencairan Dana (SP2D) Online melalui layanan Cash Management System (CMS), di Kupang, Minggu (1/2/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola keuangan daerah menuju sistem yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel melalui transaksi non-tunai berbasis digital.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, Direktur Treasury dan Keuangan Bank NTT Heru Helbianto, Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Adoe, Direktur Kredit Bank NTT Aloysius Geong, Direktur Umum dan SDM Rahmat Saleh, serta Pimpinan Cabang Bank NTT Waitabula Yusthinus Malli Negara Dunga.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa integrasi sistem keuangan daerah dengan sistem perbankan melalui CMS tidak sekadar perubahan teknis, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan pemerintah daerah.

Menurutnya, sistem tersebut akan memastikan setiap transaksi keuangan pemerintah daerah tercatat secara digital, aman, dan mudah diawasi.

“Implementasi ini mendukung kebijakan nasional untuk mendorong transaksi non-tunai di pemerintah daerah, sekaligus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan,” kata Ratu Wulla.

Lebih dari itu, penerapan SP2D Online juga diharapkan mampu mempercepat proses pencairan anggaran sehingga program pembangunan dapat berjalan tepat waktu.

Ratu Wulla menegaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Ia bahkan menetapkan target progres penyerapan anggaran secara bertahap sepanjang tahun.

Pada triwulan pertama, penyerapan anggaran ditargetkan mencapai 20 persen, meningkat menjadi 50 persen pada triwulan kedua, kemudian di atas 80 persen pada triwulan ketiga, hingga tuntas pada triwulan keempat.

“Dengan sistem ini, proses transaksi akan lebih cepat dan terkontrol sehingga realisasi anggaran bisa berjalan sesuai perencanaan,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah segera beradaptasi dengan sistem digital tersebut, termasuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengoperasikannya.

“Seluruh perangkat daerah harus menunjukkan komitmen, integritas, dan disiplin dalam menggunakan sistem ini agar pengelolaan keuangan daerah semakin profesional,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Bank NTT menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.

Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumba Barat Daya.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.