Melki Laka Lena Apresiasi Gerakan Pangan Murah di Kupang, Beras SPHP 6 Ton Ludes Diserbu Warga
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena meninjau langsung lokasi gerakan pangan murah di kota Kupang. Foto: Tim |
Program stabilisasi harga pangan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, ID Food, dan Tim Penggerak PKK NTT untuk menjaga ketersediaan pasokan serta memastikan masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengatakan program pangan murah sangat membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Idul Fitri maupun Paskah.
“Kami dari Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi Bulog dan semua pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan pangan murah bagi masyarakat. Ini sangat membantu warga, khususnya menjelang Idul Fitri dan juga nanti menjelang Paskah,” ujar Melki.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah dan mudah diakses.
Menurut Melki, langkah stabilisasi harga pangan seperti ini penting di tengah berbagai situasi ekonomi yang membuat sebagian masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama saat memasuki masa perayaan keagamaan.
“Melalui kegiatan ini masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan yang baik dengan harga yang terjangkau sehingga dapat mempersiapkan perayaan hari besar keagamaan dengan lebih baik,” katanya.
Melki juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasaran. Jika terjadi kenaikan harga yang signifikan, pemerintah siap menggelar operasi pasar atau kembali melaksanakan gerakan pangan murah.
“Kami di provinsi rutin melakukan rapat pemantauan. Jika harga mulai naik dan perlu distabilkan, kegiatan seperti ini akan kembali dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah stabilisasi harga pangan di daerah juga mengikuti kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kegiatan tersebut, sebagian besar produk yang dijual merupakan produk lokal NTT, termasuk beras hasil panen petani daerah yang diserap oleh Bulog dan kemudian dijual kembali kepada masyarakat dalam bentuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Harga beras SPHP yang dijual pada kegiatan itu tercatat lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras kemasan lima kilogram dijual sekitar Rp58.000 atau sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram, sementara di pasar harga beras yang sama bisa mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah komoditas cepat habis terjual, terutama beras SPHP yang menjadi salah satu kebutuhan utama warga. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang hari raya.
Gubernur NTT Melki Laka Lena didampingi Kepala Perum BULOG Kantor Wilayah NTT Arrahim K. Kanam, Kepala Stasiun LPP TVRI NTT Jefri, S.H., M.H., serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, S.P.
Editor: Ocep Purek
