News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur dan Ketua DPRD NTT Bertemu di Pengungsian Riung, Warga: “Ini Berkat untuk Desa Kami”

Gubernur dan Ketua DPRD NTT Bertemu di Pengungsian Riung, Warga: “Ini Berkat untuk Desa Kami”

Gubernur dan ketua DPRD NTT memberikan bantuan di Desa Ta'do, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Foto: Ocep Purek 
Ngada,NTTPride.com - Dua pemimpin utama Nusa Tenggara Timur, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua DPRD NTT Emilia Julia Nomleni, bertemu di tengah penanganan gempa Flores, Sabtu, 22 Agustus 2026. Keduanya bertemu di Desa Ta'do, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, ketika sama-sama turun langsung memastikan kondisi warga terdampak bencana.

Pertemuan itu berlangsung di salah satu titik pengungsian di SDK Bekek, Desa Ta'do. Keduanya datang dari arah berbeda dalam rangkaian kunjungan kerja penanganan gempa Flores, namun bertemu di Riung yang berada di antara wilayah Flores bagian barat dan timur.

Gubernur Melki Laka Lena bergerak dari wilayah Flores bagian barat, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sementara Emi Nomleni bergerak dari wilayah timur, mencakup Ende, Sikka, Nagekeo, hingga Bajawa.

Pertemuan tersebut kemudian menjadi momen simbolis bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kerja pemerintah, tetapi juga kehadiran langsung para pemimpin di tengah masyarakat.

Di hadapan warga pengungsian, Melki dan Emi menyerahkan bantuan sembako serta sejumlah kebutuhan lainnya. Mereka juga berdialog dengan masyarakat dan memberikan penguatan agar warga tetap tegar menghadapi situasi pascagempa.

Seorang warga bahkan spontan menyambut kedatangan keduanya dengan seruan bahwa kehadiran Gubernur dan Ketua DPRD NTT merupakan berkat bagi desa mereka.

Ini berkat bagi desa kita karena Gubernur NTT dan Ketua DPRD NTT datang di desa kita,” teriak seorang warga.

Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan terus memperkuat penanganan dampak gempa di Kecamatan Riung selama masa tanggap darurat.

Menurut dia, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, distribusi bantuan berjalan baik, dan pendataan kerusakan segera dilakukan sebagai dasar penanganan pada tahap berikutnya.

Kita akan tetap menggerakkan penguatan penanganan dampak gempa bumi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, distribusi bantuan berjalan baik, serta pendataan kerusakan segera dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan,” kata Melki.

Dalam perjalanan dari Manggarai menuju Ngada, Melki membawa tiga truk bantuan yang berisi beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah juga membawa bantal dan selimut bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.

Di Desa Ta'do, warga masih diarahkan untuk tetap berada di lokasi pengungsian sampai kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke rumah masing-masing.

Melki mengakui penanganan di Riung sempat menghadapi kendala pada fase awal bencana karena terputusnya jaringan listrik dan komunikasi.

Perhatian terhadap Riung sempat terputus karena sejak awal listrik dan sinyal juga putus. Tetapi kita sekarang berada dalam tahap tanggap darurat dan kita akan usahakan dengan berbagai cara agar kebutuhan masyarakat bisa kita penuhi,” ujarnya.

Dalam dialog dengan warga, kebutuhan makanan dan minuman disebut relatif mencukupi. Namun, persoalan lain masih muncul, terutama kebutuhan tempat tidur dan perlengkapan istirahat pada malam hari serta keterbatasan layanan pengobatan.

Melki meminta pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa memastikan setiap bantuan yang datang benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah kabupaten sampai desa harus memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapat bantuan,” katanya.

Selain penanganan kebutuhan dasar, Melki meminta pendataan kerusakan segera dilakukan meskipun aktivitas gempa masih berlangsung.

Menurut dia, data kerusakan memang masih dinamis, tetapi pemerintah membutuhkan gambaran awal untuk mempersiapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat berakhir.

Mulai sekarang harus didata, meskipun datanya masih akan dinamis karena masih ada gempa. Rumah masyarakat harus didata, termasuk sarana dan prasarana publik lainnya seperti kantor, Pustu, jembatan dan fasilitas umum lainnya,” kata Melki.

Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan. Untuk kerusakan ringan, bantuan diperkirakan mencapai Rp15 juta, kerusakan sedang Rp30 juta, sedangkan kerusakan berat sekitar Rp70 juta.

Setelah masa tanggap darurat, kita akan masuk ke tahap perbaikan. Karena itu pendataan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Bagi Melki, penanganan gempa tidak berhenti ketika masa tanggap darurat selesai. Pemerintah harus memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan hingga kehidupan masyarakat dan fasilitas publik kembali pulih.

Ia juga menegaskan Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat agar dukungan dari pemerintah pusat dapat diteruskan secara maksimal kepada masyarakat terdampak.

Dengan komitmen kita bersama, saya pastikan tugas saya adalah memastikan seluruh dukungan dari pusat bisa penuh sampai ke daerah,” tegasnya.

Melki meminta masyarakat tetap kuat menghadapi rangkaian gempa yang masih terjadi.

Kita yakin kita tangguh,” katanya.

Di tengah suasana pengungsian, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni menyampaikan pesan dengan pendekatan berbeda. Ia menggunakan keteguhan perempuan Flores sebagai simbol kekuatan masyarakat menghadapi bencana.

Selagi perempuan hebat ini masih senyum maka semua akan baik-baik saja,” kata Emi di hadapan warga.

Pernyataan tersebut langsung disambut tawa dan senyum masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Bagi Emi, kehadiran pemimpin di tengah warga bukan sekadar kunjungan, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

Pertemuan Melki dan Emi di Desa Ta'do pun menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian penanganan gempa Flores. Keduanya datang dari arah berbeda, menjalankan agenda masing-masing, lalu bertemu di satu titik yang sama: pengungsian warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Melki Laka Lena berkantor di Flores. Ia turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus membawa bantuan dan memperkuat koordinasi penanganan bencana dari tingkat provinsi hingga desa.

Di Riung, pertemuan dua pimpinan daerah itu akhirnya bukan hanya soal bantuan. Di tengah warga yang kehilangan rasa aman akibat gempa, kehadiran Gubernur dan Ketua DPRD NTT menjadi pesan bahwa pemerintah tidak meninggalkan mereka sendirian.

Dan bagi warga Desa Ta'do, pertemuan dua pemimpin NTT di tengah pengungsian itu dirangkum dalam satu kalimat sederhana: “Ini berkat bagi desa kita.”


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama