News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Australia-NTT Luncurkan Program “KITA SEHAT”, Perkuat Layanan Primer dan Ketahanan Kesehatan Daerah

Australia-NTT Luncurkan Program “KITA SEHAT”, Perkuat Layanan Primer dan Ketahanan Kesehatan Daerah

Peluncuran simbolis Program KITA SEHAT oleh Wakil Dubes Australia dan Gubernur NTT. Foto: Ocep Purek 


Kupang, NTTPride.com – Pemerintah Australia dan pemerintah Provinsi NTT resmi meluncurkan Program KITA SEHAT (Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/11/2025). 

Program ini menjadi fase baru kerja sama kesehatan kedua negara yang menargetkan penguatan layanan kesehatan primer, pencegahan stunting, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta ketahanan kesehatan manusia dan hewan.

Peluncuran yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur itu dihadiri Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas RI Pungkas Bahjuri Ali, pimpinan OPD, serta unsur Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan Bappenas.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa KITA SEHAT menjadi momen penting untuk memperkuat transformasi kesehatan di NTT, terutama pada layanan primer dan penanganan stunting.

Program ini kami harapkan menjadi jawaban atas tantangan kesehatan terkini di NTT, dengan fokus pencegahan, penguatan layanan primer, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian dari target Indonesia Emas 2045 dan sejalan dengan visi RPJMD NTT 2025–2029: NTT Maju, Cerdas, Sehat, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Gubernur Melki juga mengapresiasi dukungan Australia yang sebelumnya telah menyalurkan 100.000 dosis vaksin rabies untuk membantu penanganan wabah di NTT pada 2023.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata Pemerintah Australia, termasuk bantuan vaksin rabies dan penguatan sistem ketahanan kesehatan,” kata Melki.

Ia menegaskan bahwa transformasi kesehatan yang diusung melalui UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 menempatkan pencegahan sebagai paradigma utama.

Kita ingin masyarakat tetap sehat dan tidak mudah sakit. Pendekatan ini sama dengan sistem kesehatan Australia, sehingga kerja sama ini sangat relevan untuk NTT,” tegasnya.

Plt. Deputi Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menjelaskan bahwa KITA SEHAT adalah program jangka panjang hingga 2033 dengan dukungan pendanaan besar dari Pemerintah Australia.

Program ini dimulai sejak penandatanganan 4 Agustus 2025. Fase pertama 2025–2029 diarahkan pada penguatan layanan kesehatan primer dan pendekatan One Health untuk memperkuat respon terhadap penyakit menular dan zoonosis,” jelas Pungkas.

Ia menekankan bahwa NTT dipilih sebagai salah satu provinsi implementasi karena memiliki tantangan besar sekaligus potensi kolaborasi yang kuat.

Kami berharap NTT dapat menjadi model praktik baik yang bisa direplikasi secara nasional,” tegasnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kerja sama di NTT.

Australia sangat senang dapat memperluas kemitraan kesehatan di NTT melalui KITA SEHAT. Sistem kesehatan yang inklusif dan tangguh adalah kunci agar anak-anak, keluarga, dan masyarakat dapat hidup dengan sehat dan produktif,” ujar Kamath.

Ia menambahkan, kolaborasi Australia–NTT sudah berlangsung sejak awal 2000-an, mulai dari kesehatan ibu dan neonatal hingga ketahanan kesehatan dan penanganan gizi.

Australia juga akan menggandeng UNICEF, UNDP dan lembaga lainnya untuk memastikan implementasi program berjalan efektif.

Kami percaya pengalaman NTT akan menjadi kontribusi penting bagi kebijakan nasional,” kata Kamath.

Program KITA SEHAT fase pertama (2025–2029) terdiri dari empat fokus utama, Penguatan kebijakan dan tata kelola kesehatan, Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Penguatan layanan kesehatan primer, terutama pencegahan stunting,.Ketahanan kesehatan melalui pendekatan One Health, mencakup kesehatan manusia, hewan dan lingkungan

Program ini mengintegrasikan kerja lintas kementerian: Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta Pemerintah Provinsi NTT.

Acara kemudian ditutup dengan peluncuran simbolis Program KITA SEHAT oleh Wakil Dubes Australia dan Gubernur NTT, sebelum dilanjutkan dengan diskusi teknis antara DFAT, tim KITA SEHAT, kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi NTT.


Editor: Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.