News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Desak Apindo Perkuat Hilirisasi dan Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Pokok

Gubernur Melki Desak Apindo Perkuat Hilirisasi dan Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Pokok

Foto bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena dan para pengurus APINDO NTT. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meminta dunia usaha di bawah Apindo NTT memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, terutama melalui hilirisasi dan penguatan produk lokal.

Melki menyampaikan hal ini saat menghadiri Rakerkonprov DPP Apindo NTT 2025 di Hotel Harper Kupang, Senin (24/11/2025). 

Agenda tersebut mengusung tagline “Pengusaha Bersatu, Bangun NTT” dan tema “Memperkuat Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.”

Dalam pertemuan dengan pengusaha NTT, Gubernur Melki Laka Lena menyoroti ketergantungan tinggi NTT terhadap produk dari luar daerah, termasuk pembelian pinang yang mencapai Rp1 triliun per tahun, serta mendorong penguatan hilirisasi untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Gubernur Melki menyebut pemotongan transfer pusat ke daerah bukan hanya berdampak pada pemerintah daerah, tetapi juga memaksa dunia usaha berpikir lebih kreatif.

 Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha agar potensi ekonomi NTT dapat dioptimalkan.

Pemotongan transfer ke daerah membuat bukan hanya pemerintah, tapi dunia usaha harus lebih kreatif. Kita butuh kolaborasi yang lebih kuat untuk mengoptimalkan potensi yang selama ini belum digarap,” kata Melki.

Ia menyoroti kondisi perdagangan NTT yang masih timpang, termasuk kerja sama dagang dengan Jawa Timur.

Angka perdagangan kita relatif baik, tertinggi dalam sejarah misi dagang Jawa Timur. Tetapi kita masih lebih banyak membeli daripada menjual. Artinya potensi kita belum dioptimalkan,” tegasnya.

Melki meminta Apindo membantu memperkuat hilirisasi di berbagai sektor agar industrialisasi dapat tumbuh. Menurutnya, NTT memiliki ribuan peluang produk lokal yang bisa dikembangkan.

Saya berharap setiap desa dan kelurahan punya minimal satu produk unggulan. Kalau 3.137 desa dan 900 kelurahan bergerak, kita punya lebih dari 3.000 produk. Pasarnya kita siapkan, tinggal kita jaga kualitas dan konsistensinya,” jelasnya.

Selain desa, ia juga mendorong one community one product dan one school/one campus one product agar ekonomi bergerak dari berbagai lini masyarakat.

Ia mencontohkan kebutuhan semen yang akan meningkat karena pemerintah menjalankan program bedah rumah 31.000 lebih unit pada tahun mendatang. Kondisi ini menurutnya harus direspons pelaku industri.

Kalau kita bedah 31.000 lebih rumah, kebutuhan semen besar sekali. Ini peluang industri lokal,” ucapnya.

Gubernur Melki menegaskan urgensi menekan ketergantungan NTT terhadap produk luar daerah. Salah satu contoh paling mencolok adalah impor pinang.

 “Bank Indonesia mencatat, kita beli pinang Rp1 triliun setahun, dan Rp700 miliar di antaranya dari Jambi. Bayangkan kalau uang itu berputar di NTT,” katanya.

Melki juga memaparkan rencana kerja sama ekonomi lintas provinsi dengan NTB dan Bali, yang akan diteken dalam beberapa pekan ke depan. Selain itu, NTT juga menjajaki kerja sama energi baru terbarukan dengan Prancis.

Gubernur kembali menegaskan komitmennya membenahi tata kelola Bank NTT dengan memutus campur tangan politik serta melibatkan profesional nasional.

 “Bank NTT sudah kita bersihkan dari jalur politik. Saya akan masukkan lagi para profesional dari luar untuk memperkuat tata kelola. Setelah rapih, nanti kita serahkan ke anak-anak muda NTT meneruskan,” katanya.

Melki menegaskan bahwa NTT saat ini perlu fokus pada pembangunan ekonomi, bukan politik.

Politik kita simpan dulu. Kita cari uang dulu sampai 2030. Ekonomi harus bergerak,” tegasnya.


Editor: Ocep Purek 



TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.