News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Aset TLM Tembus Rp1,2 Triliun, Gubernur Melki Sebut Koperasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Aset TLM Tembus Rp1,2 Triliun, Gubernur Melki Sebut Koperasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

 

Arahan Gubernur NTT dalam penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XV KSP Tanaoba Lais Manekat (TLM) Indonesia. Foto: Ibo
Kupang, NTTPride.com - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono menghadiri penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XV KSP Tanaoba Lais Manekat (TLM) Indonesia di Kupang, Sabtu (25/4/2026), dengan penekanan pada penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat sekaligus instrumen utama menghadapi ketimpangan ekonomi di daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan koperasi bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan dasar dalam struktur ekonomi NTT yang ditopang sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.

Di NTT ini koperasi bukan pilihan alternatif, tapi kebutuhan dasar. Di banyak tempat, koperasi hadir lebih dulu sebelum perbankan,” kata Melki.

Ia menegaskan, Rapat Anggota Tahunan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan inti dari demokrasi ekonomi yang menentukan arah koperasi.

RAT adalah jantung kehidupan koperasi. Di situ anggota menentukan arah, bukan hanya pengurus,” ujarnya.

Melki juga mengaitkan penguatan koperasi dengan arah kebijakan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang kembali menempatkan koperasi sebagai “soko guru” perekonomian, sebagaimana amanat konstitusi dalam Pasal 33 UUD 1945.

Menurutnya, NTT memiliki konteks paling relevan untuk pengembangan model ekonomi koperasi, bahkan disebut sebagai “laboratorium terbaik” karena struktur ekonominya yang berbasis rakyat.

Namun demikian, ia secara terbuka mengakui masih adanya persoalan struktural koperasi di NTT, mulai dari banyaknya koperasi yang tidak aktif dan tidak produktif, keterbatasan akses pembiayaan yang masih bertumpu pada modal internal, ruang ekspansi yang sempit, hingga kapasitas SDM dan tata kelola yang belum optimal serta digitalisasi yang belum merata.

Ini pekerjaan rumah kita bersama. Koperasi harus tumbuh sehat, produktif, dan adaptif,” tegasnya.

Melki juga menyoroti ancaman praktik pinjaman online ilegal yang membebani masyarakat, dan menegaskan koperasi harus menjadi solusi nyata bagi ekonomi rakyat.

Koperasi yang membebani rakyat seperti pinjol tidak boleh ada lagi di NTT. Kita harus perkuat koperasi yang benar-benar berpihak pada masyarakat,” katanya.

Dalam laporan kepada Menteri Koperasi, ia menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2025 mencapai 5,14 persen atau sedikit di atas nasional, serta angka kemiskinan turun dari 19,1 persen menjadi 17,5 persen.

Ia juga mendorong penguatan ekosistem koperasi melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta jaringan distribusi seperti NTT Mart, guna memastikan produk lokal diproduksi, diserap, dan dikonsumsi di dalam daerah.

Kita ingin produksi anak-anak NTT bisa dijual, dibeli, dan dinikmati oleh masyarakat sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meluncurkan produk TLMQUA yang disebut sebagai inovasi bisnis berbasis koperasi dan diproyeksikan mampu menambah keuntungan signifikan bagi KSP TLM.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono menilai capaian KSP TLM sebagai salah satu contoh pertumbuhan koperasi yang progresif di Indonesia.

Tahun lalu asetnya sekitar Rp800 miliar, sekarang sudah mencapai Rp1,2 triliun. Ini kenaikan yang sangat cepat dan jarang terjadi,” ujar Ferry.

Ia menyebut, diversifikasi usaha melalui pengembangan sektor riil di luar simpan pinjam menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tersebut dan diyakini akan terus meningkat.

Ferry menegaskan, penguatan koperasi merupakan bagian dari agenda besar nasional yang juga memiliki akar historis kuat sejak era Bung Hatta sebagai penggagas ekonomi koperasi di Indonesia.

Kita ingin mengembalikan koperasi sebagai soko guru ekonomi, bukan hanya swasta atau BUMN. Ini amanat konstitusi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target 83 ribu unit di seluruh Indonesia.

Koperasi tersebut akan berfungsi sebagai penyalur barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menyerap hasil produksi masyarakat desa, serta menjadi instrumen distribusi program pemerintah agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah juga membuka akses pembiayaan bagi koperasi desa/kelurahan hingga Rp3 miliar per unit dalam bentuk infrastruktur seperti gudang, kendaraan distribusi, dan sarana pendukung lainnya.

Presiden ingin masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku ekonomi,” ujar Ferry.

Ia juga mendorong kolaborasi pembiayaan antara KSP TLM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), perbankan termasuk Bank BUMN dan Bank NTT melalui skema pembiayaan bersama (join financing).

Di sisi lain, Manajer Utama KSP TLM NTT, Zesly N.W. Pah, melaporkan kinerja koperasi sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliun kepada sekitar 293 ribu anggota.

Aset kami saat ini mencapai Rp1,2 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp1,4 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KSP TLM telah beroperasi selama 16 tahun dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro, yang saat ini menjadi mayoritas anggota koperasi.

Sebagai langkah strategis, koperasi juga melakukan spin off sektor riil untuk memperkuat bisnis anggota, serta memperluas jaringan melalui pembukaan cabang di Bali, Flores, dan Sulawesi Tengah.

Di sektor produksi, koperasi mencatat peningkatan produktivitas padi dan jagung hingga 35 persen melalui pendampingan bersama Dinas Pertanian, yang akan dikembangkan menjadi program pembiayaan sektor agraris.

KSP TLM juga mencatat omzet penjualan produk anggota melalui skema konsinyasi mencapai Rp21,8 miliar sepanjang 2025, serta memperoleh dukungan pembiayaan sekitar 37 persen dari mitra perbankan dan lembaga non-perbankan, termasuk Bank NTT, Bank Harta Graha Internasional, dan LPDB.

Selain kinerja keuangan, koperasi juga menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan, seperti bantuan bagi anggota terdampak bencana, perbaikan infrastruktur desa, serta aksi penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.

Kami juga memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian serta mempertahankan rating yang mencerminkan stabilitas keuangan koperasi,” kata Zesly.

Rangkaian kegiatan RAT turut diisi dengan workshop Koperasi Merah Putih, pendampingan koperasi binaan, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga festival kuliner yang melibatkan 100 pelaku industri kecil menengah (IKM).

Selain itu, dilakukan pula pembagian 500 voucher galon untuk jaringan NTT Mart sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi produk lokal.

Bagi kami, simpan pinjam hanyalah sarana. Tujuan utama adalah kemandirian dan kesejahteraan anggota,” ujar Zesly.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama