News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ini Bukan Adab Kita

Ini Bukan Adab Kita

NTTPride.com - Dari Alor Nusa Tenggara Timur, Indonesia belajar bahwa keberagaman adalah kekayaan, toleransi adalah kekuatan, perbedaan adalah keindahan. Di tempat ini, perbedaan suku, bahasa dan keyakinan dianggap sebagai perekat untuk bersatu, bukan alasan untuk perpecahan.

Disaat para kelompok di tempat lain sibuk dan berusaha mencari jati diri lewat orasi dan intimidasi untuk membuktikan bahwa "kaum" merekalah yang paling benar, dalam hening Nusa Kenari merajut cinta dan kasih melalui tindakan. Bukan untuk sebuah sensasi, bukan juga untuk sanjungan, tetapi untuk sebuah pengakuan, bahwa berbeda itu indah.

 Keindahan ini bukan didesain tetapi diwariskan. Diwariskan oleh adab para leluhur yang telah dibentuk sejak dalam rahim sang ibu Nusa Tenggara Timur. Rahim yang terus melindungi dalam keheningan.

Saat ini, ketika media sosial telah berhasil merobohkan tembok pemisah antara jarak dan waktu, rahim itu ikut terganggu. Rahim yang sekian lama melindungi dalam diam, seolah terusik oleh kedurhakaan anaknya sendiri.

Sang ibu pasti sedih. Sedih karena anaknya saat ini lebih suka menggunakan media sosial untuk menghujat bukan untuk mengajarkan, memfitnah bukan untuk mengatakan kebenaran. Sang anak kehilangan percaya diri, karena lebih memilih berlindung dibalik akun palsu untuk menyuarakan sesuatu. 

Sang ibu pasti menangis. Menangis karena kemunduran adab, adab yang sekian lama dijaga, hancur seketika karena iri hati, dendam dan ketidaksukaan. Ini bukan adab kita. Ini bukan budaya anak-anak Nusa Tenggara Timur. 

Media sosial yang harusnya menjadi kekuatan dan simbol pemersatu, telah disalahgunakan keberadaannya untuk menyerang satu sama lain, menyebarkan informasi yang tidak akurat, memfitnah, menghujat, mengintimidasi bahkan mengadu domba. 

Saat ini, sang ibu kembali mengingatkan anak-anaknya untuk menghidupkan kembali adab yang telah mati karena keberadaan media sosial. Sang ibu mengingatkan untuk memberi solusi bukan mengintimidasi, berani mengatakan kebenaran bukannya memfitnah, mengajarkan bukan mengintimidasi. Sang anak harus berani tampil dengan wajah asli, bukan berlindung di balik akun palsu.

Mari kembalikan adab kita. Adab yang telah mendapat pengakuan dari dunia. Adab yang telah mengajarkan "Damai itu Indah".


Penulis, Sam H. Babys

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.