News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Kukuhkan Asti Laka Lena Jadi Bunda PAUD NTT: Menyalakan Asa Generasi Emas 2045

Gubernur Melki Kukuhkan Asti Laka Lena Jadi Bunda PAUD NTT: Menyalakan Asa Generasi Emas 2045

Gubernur NTT Melki Laka Lena secara resmi mengukuhkan Nyonya Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda PAUD Provinsi NTT periode 2025–2030. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPRIDE.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi mengukuhkan Nyonya Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda PAUD Provinsi NTT periode 2025–2030, Kamis (28/8/2025) di Aula Rumah Jabatan Gubernur. 

Pengukuhan ini juga melibatkan Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTT, Forkopimda NTT, pimpinan OPD, serta staf ahli Gubernur.

Acara ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini sebagai langkah penting mewujudkan generasi NTT yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pokja Bunda PAUD Nomor 255/keb/Hk/2025, yang menetapkan Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda PAUD Provinsi NTT periode 2025–2030.

Gubernur Melki Laka Lena dalam kata pengukuhannya menegaskan:

"Pada hari ini, Kamis, 28 Agustus 2025, saya selaku Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan resmi mengukuhkan Nyonya Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda PAUD Provinsi NTT. Saya percaya beliau mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya, demi meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045. Selamat bertugas, semoga amanah ini dijalankan dengan dedikasi dan membawa manfaat besar bagi masa depan anak-anak NTT dan Indonesia tercinta."

Setelah pengukuhan, Gubernur Melki Laka Lena menyematkan selempang Bunda PAUD kepada Nyonya Mindriyati dan menandatangani berita acara pengukuhan sebagai simbol resmi dimulainya tugasnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.

"PAUD kini menjadi tahap paling krusial dalam membentuk anak. Bahkan lebih fundamental dibanding sekolah dasar. Dengan dukungan kolaboratif, gotong-royong, dan pemimpin yang kuat, kita mampu memperluas layanan PAUD integratif di seluruh NTT, memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter."

Gubernur menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi emas yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan, sejalan dengan visi NTT 2025–2030 yang ingin mewujudkan NTT maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan, serta mendukung visi nasional Indonesia Emas 2045.

Ia menambahkan bahwa Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai motor penggerak, pengayom, dan teladan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat mendukung pendidikan anak usia dini.

Gubernur Melki Laka Lena menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain:

Kesenjangan akses layanan PAUD. Keterbatasan tenaga pendidik di berbagai wilayah. Kondisi gizi anak yang memerlukan perhatian serius.

Ia menekankan perlunya upaya gotong-royong antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI/Polri, dan masyarakat untuk memperluas dan memperkuat layanan PAUD di seluruh NTT.

Gubernur juga menekankan pentingnya perlindungan anak terhadap kekerasan:

"70% penjahat yang berada di lapas NTT terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Peran Bunda PAUD dan seluruh pihak terkait sangat penting untuk memastikan anak-anak kita aman, terlindungi, dan berkembang optimal."

Gubernur Melki Laka Lena menutup sambutannya dengan seruan inspiratif

"Mari kita tetapkan tekad dan langkah lebih maju. Bersama, kita bangun NTT agar bisa memanen generasi emas pada periode emas 2045. Pendidikan berkualitas sejak usia dini adalah kunci. Ayo bangun NTT, ayo bangun kota/kabupaten masing-masing, ayo bangun Indonesia!"

Gubernur berharap pengukuhan Bunda PAUD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT dapat menjadi penggerak pendidikan anak usia dini, memperkuat literasi keluarga, meningkatkan kualitas gizi, dan menjamin perlindungan anak di seluruh Nusa Tenggara Timur.

Bunda PAUD Provinsi NTT, Nyonya Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menyampaikan sambutan inspiratif mengenai peran strategis Bunda PAUD:

"Bunda PAUD memiliki peran penting sebagai penggerak utama dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sejak usia dini. Kita perlu memastikan layanan PAUD berkualitas tersedia untuk seluruh anak, memperhatikan kesejahteraan pendidik, meningkatkan pemahaman orang tua, serta memperkuat perlindungan anak. Semua ini membutuhkan kolaborasi erat antar sektor dan dukungan seluruh pemerintah daerah serta mitra."

Ia menekankan pentingnya pendidikan holistik integratif mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak, serta perlunya memastikan anak-anak, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, dapat berkembang optimal.

Beberapa fokus utama Bunda PAUD antara lain:

1. Memperhatikan kualitas pendidikan dan perkembangan anak usia dini di tingkat kabupaten/kota sebagai target prioritas pemerintah provinsi hingga desa.

2. Kesejahteraan pendidik dan tenaga PAUD agar hak atas penghasilan layak dapat terpenuhi, termasuk di pelosok.

3. Pemahaman orang tua terkait gizi dan tumbuh kembang anak, termasuk pola asuh keluarga dan akses air bersih serta sanitasi lingkungan.

4. Perlindungan anak, termasuk layanan akte kelahiran dan perhatian terhadap anak yang sering terlewat dari kebijakan.

Bunda PAUD menargetkan seluruh PAUD di NTT menjadi PAUD HI (Holistik Integratif) pada 2030, mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara menyeluruh.

Bunda PAUD Provinsi NTT menyampaikan berbagai strategi program untuk mendukung pendidikan anak usia dini, antara lain:

Peningkatan kapasitas guru PAUD melalui pelatihan dan pendampingan. Program parenting dan literasi keluarga. Pengadaan alat permainan edukatif berbahan dasar alam dan buku bacaan. Kampanye stop stunting melalui edukasi pola makan sehat sejak usia dini.

Ia menekankan perlunya kemitraan dan sinergi antara sektor dan lembaga, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta pihak swasta dan masyarakat, agar tujuan pendidikan anak usia dini di NTT tercapai.


Editor: Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.