News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Perintahkan AMPI Genjot Program One Community One Product di Seluruh NTT

Gubernur Melki Perintahkan AMPI Genjot Program One Community One Product di Seluruh NTT

Sambutan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD AMPI Provinsi NTT. Foto: Ocep Purek 
Kupang, NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena memerintahkan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di seluruh kabupaten/kota untuk menggenjot pelaksanaan program One Community One Product (OCOP) sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. 

Perintah itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD AMPI Provinsi NTT di Hotel Sahid Timore, Kupang, Kamis (27/11/2025).

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa AMPI tidak boleh hanya menjadi organisasi politik semata, tetapi harus tampil sebagai kekuatan produktif yang mendorong lahirnya produk unggulan di setiap komunitas. 

Melki juga mendorong setiap pengurus AMPI kabupaten/kota memiliki program berbasis ekonomi produktif.

Setiap DPD AMPI di kabupaten/kota harus punya one community one product. Nanti produknya bisa masuk NTT Mart. AMPI harus masuk menggerakkan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Melki menegaskan bahwa AMPI NTT harus menjadi ruang pembinaan anak muda yang produktif, kreatif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. 

Melki mengingatkan bahwa AMPI adalah organisasi besar dengan sejarah panjang yang telah melahirkan banyak tokoh nasional di berbagai sektor. 

Karena itu, ia meminta Musda tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga arah gerak organisasi yang lebih relevan bagi anak muda masa kini.

AMPI ini organisasi besar. Banyak alumninya jadi menteri, gubernur, pengusaha, dan pemimpin di berbagai bidang. Karena itu jangan main-main. AMPI harus hidup, bergerak, dan memberi manfaat,” tegas Melki.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa AMPI harus membuka ruang selebar-lebarnya bagi generasi muda di seluruh NTT, termasuk siswa SMA, mahasiswa, dan lulusan perguruan tinggi.

Saya berharap ketua baru nanti membangun kepengurusan yang kuat. Anak-anak muda harus dikumpulkan di sini. Kalau bisa mayoritas berusia di bawah 30 tahun. Yang di atas 30 nanti mainnya di AMPG dan struktur lainnya,” ujar Melki.

Ia menekankan agar konsolidasi tidak sekadar kepentingan politik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi kreatif dan dukungan terhadap program pemerintah pusat maupun daerah.

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Golkar NTT itu mengingatkan agar konsolidasi dilakukan serius.

Kalau setahun kepengurusan tidak jalan, kita cek. Jangan buat masalah, tapi selesaikan masalah,” tegasnya.

Melki juga menegaskan bahwa AMPI harus menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program strategis seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan program ekonomi kerakyatan lainnya.

Di bagian akhir sambutannya, Melki kembali menekankan agar Musda menjadi momentum penyegaran kader.

Ini momen konsolidasi. Jangan hanya berpikir politik. AMPI harus bantu program pemerintah dan bangun anak-anak muda,” katanya.

Gubernur Melki menegaskan bahwa AMPI harus kembali menjadi kawah candradimuka bagi anak muda di NTT bukan hanya untuk politik, tetapi juga untuk membangun ekonomi kreatif, produktivitas, dan kontribusi nyata bagi daerah.

Plt. Ketua DPD AMPI NTT, Angel Da Silva, melaporkan bahwa selama tiga bulan masa tugasnya, ia menemukan banyak kepengurusan yang tidak aktif di 22 kabupaten/kota.

Untuk menjangkau 22 kabupaten/kota ternyata banyak yang vakum. Masa tugas saya selesai Desember, dan Musda IX ini menjadi tugas terakhir yang harus saya tuntaskan,” kata Angel.

Ia berharap Musda dapat melahirkan kepengurusan baru yang lebih solid dan aktif.

Sekjen DPP AMPI Robi Anugrah Marpaung menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Melki yang dinilainya sebagai tokoh nasional AMPI yang selalu membimbing kader tanpa memandang jabatan.

Kami bersyukur punya tokoh seperti Kak Melki. Beliau selalu mengarahkan dan memberikan jalan lurus bagi kader AMPI,” ujar Robi.

Robi menjelaskan empat agenda utama Musda, yaitu evaluasi kepengurusan sebelumnya, penyusunan program lima tahun, pemilihan ketua-pembina-pengawas, dan penetapan kepengurusan baru.

Ketua umum menantang kita melahirkan satu juta kader AMPI. Karena itu semua daerah harus merekrut kader sebanyak-banyaknya, terutama usia di bawah 30 tahun,” jelas Robi.

Ia menegaskan bahwa AMPI harus menjadi garda terdepan mendukung kebijakan Partai Golkar dan pemerintah.

 “AMPI wajib mengawal kebijakan pemerintah dan menghindari penyebaran hoaks. Kalau menyebar hoaks, DPP akan beri sanksi tegas,” tegasnya.

Dalam forum Musda, DPP AMPI memastikan bahwa Bung Anton Mahemba menjadi calon ketua yang akan ditetapkan dalam sidang pleno penetapan kepengurusan baru periode 2025–2030 pada Sabtu mendatang.

Musda IX AMPI NTT menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan yang selama ini dikenal sebagai pencetak kader-kader politik dan pemimpin nasional. 


Editor: Ocep Purek 



TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.